Wujudkan Pengelolaan Pemerintahan Efektif dan Inovatif, Pemko Tanjungpinang Beri Wawasan Pegawai Studi Lapangan PKP

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 3 September 2025 | 16:54 WIB
Peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas foto bersama.  (Foto: Diskominfo Tanjungpinang.)
Peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas foto bersama. (Foto: Diskominfo Tanjungpinang.)

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Dalam rangka mewujudkan pengelolaan Pemerintahan efektif dan inovatif, Pemko Tanjungpinang menggelar Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun 2025.

Pelatihan ditaja melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepri digelar Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu 3 Agustus 2025.

Kegiatan PKP ini dibula langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat.

Baca Juga: Kapal RIB BPBD Anambas Terbakar, Ini Kronologinya

Pada kesempatan itu Zulhidayat mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengalaman langsung bagi para peserta pelatihan.

Terutama mengenai pengelolaan pemerintahan yang efektif dan inovatif di tingkat daerah.

"Kami atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang mengucapkan terimakasih kepada BPSDM Provinsi Kepri yang telah memilih Kota Tanjungpinang sebagai lokus studi lapangan dalam pelatihan ini.

Baca Juga: Amsakar Ajak Pejabat Pemko Batam Hidup Sederhana Jauh dari Kesan Glamor Serta Lebih Dekat dengan Masyarakat

Kegiatan ini mengangkat tema Tanjungpinang melayani menuju pelayanan publik inklusif dan transparan," ujar Zulhidayat.

Lebih lanjut Zulhidayat menyampaikan, bahwa kunjungan lapangan merupakan sarana untuk mengaktualisasikan teori dengan pengalaman nyata.

Dan juga membandingkan kinerja ditempat lain dan melakukan pertukaran pendapat dan pengalaman.

Baca Juga: UMKM Perlu Pendampingan Pembiayaan, Dinilai Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Lokal

"Maka kunjungan studi lapangan yang berfokus pada pelayanan Dinas Perhubungan dan RSUD kota Tanjungpinang ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

Karena kedua perangkat daerah inilah yang dinilai memiliki praktik-praktik pelayanan untuk dijadikan rujukan pembelajaran," jelas Zulhidayat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X