"Kalau semua pekerja tahu manfaatnya dan mampu membayar iuran, pasti banyak yang ikut.
Tapi mereka juga perlu didampingi, supaya santunan yang diterima bisa dipakai sebaik mungkin, misalnya untuk buka usaha,"lanjutnya.
Baca Juga: Pemko Batam akan Gelar Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 Tingkat Kota Batam
Zulhidayat juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap masih minimnya pemahaman di kalangan pekerja informal.
Padahal, iuran yang kecil ini bisa menjadi bentuk perlindungan jangka panjang.
"BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk menjembatani perlindungan pekerja.
Pengusaha pompong dan ojek juga penting untuk ikut program ini,” tegasnya.
Selain kegiatan FGD dan sosialisasi, juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang.
Kesepakatan ini menyangkut kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pegawai non-ASN di lingkungan Pemko Tanjungpinang.***
Artikel Terkait
Gerakan Pangan Murah: Wujud Kepedulian Pemerintah Kepri terhadap Masyarakat
Satlantas Polresta Barelang Bagikan 200 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Semarakkan HUT RI ke-80
Bhabinkamtibmas Polsek Nongsa Sambangi Kawasan Industri, Tekankan Sinergi untuk Ciptakan Kamtibmas yang Kondusif
Gubernur Kepri Pimpin Gotong Royong di Kawasan Gurindam XII, Tekankan Pentingnya Jaga Kebersihan
Barang Bawaan Hilang, Karina Rasmita Kecewa dengan Sikap Managemen Ocean Dragon Ferry
Badko HMI Riau-Kepri Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat Nasionalisme
Pemko Batam akan Gelar Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 Tingkat Kota Batam
TP PPK Kota Batam Gencar Galakan Pembinaan Akhlak Mulia
Tanjungpinang Jadi Tuan Rumah MTQH Kepri 2026, Pemko Tanjungpinang Matangkan Persiapan
BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Klaim Rp40,94 Miliar Periode Januari-Juli 2025