Pengarah Pusat KALAM UTM Kagumi Terhadap Identitas Melayu di Kota Tanjungpinang Masih Terlestarikan

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:17 WIB
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menerima kunjungan Pengarah Pusat KALAM Fakulti Alam Bina dan Ukur UTM, Puan Ar. IDr. Ts. Dr. Noraslinda. (Foto: Diskominfo Tanjungpinang)
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menerima kunjungan Pengarah Pusat KALAM Fakulti Alam Bina dan Ukur UTM, Puan Ar. IDr. Ts. Dr. Noraslinda. (Foto: Diskominfo Tanjungpinang)

KLIKREAD.COM, Tanjungpiang - Pengarah Pusat Kajian Alam Bina Dunia Melayu (KALAM) Fakulti Alam Bina dan Ukur Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Puan Ar. IDr. Ts. Dr. Noraslinda binti Abdul Rahman mengaku kagum terhadap identitas budaya Melayu di Kota Tanjungpinang.

Hingga kini indentitas Melayu ini masih dipertahankan dan terlestarikan dalam keseharian oleh masyarakat dan pemerintahan Kota Tanjungpinang.

Termasuk juga penggunaan pakaian adat lengkap dengan tanjak oleh para pejabat di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga: Kemenbud Lakukan Penilaian Terhadap Tiga Warisan Budaya Tanjungpinang Ditetapkan Sebagai WBTb Nasional

Penyataan ini disampaikan Noraslinda saat kunjungan ke Kota Tanjungpinang guna menjejaki kerjasama bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Kerjasama sendiri berupa upaya penataan dan pelestarian seni bina warisan cagar budaya.

Dalam pertemuan bersama rombongan UTM ini dipimpin langsung Walikota Tanjungpinang didampingi Kepala Bappelitbang Pemko Tanjungpinang.

Baca Juga: 6.965 Siswa Baru Terima Seragam Sekolah Gartis Plus Sepatu dan Tas dari Pemko Tanjungpinng

Serta dihadiri Kepala Dinas PUPR , Kepala Disbudpar, perwakilan Universitas Maritim Raja Ali Haji, dan juga Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Tanjungpinang.

Dilaksanakan di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Jumat 25 Juli 2025.

"Mempertahankan Identitas Melayu dalam keseharian masyarakat seperti ini adalah elemen penting dalam pelestarian budaya yang menyatu antara bentuk, fungsi, dan makna," ujar Noraslinda.

Baca Juga: JMSI Kepri Gelar Rapat Internal, Siapkan Struktur Kepanitiaan Musda 2025

Pada kesempatan itu, Puan Noraslinda juga memperkenalkan peranan Pusat KALAM yang telah berdiri sejak tahun 1996.

KALAM memiliki fokus utama pada pendokumentasian, penelitian, dan pelestarian seni bina warisan dunia Melayu yang telah dirintis sejak 1975 melalui kegiatan lukisan terukur bangunan bersejarah oleh mahasiswa arsitektur UTM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X