Untuk peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri, Pemko Batam menyediakan jalur alternatif khusus warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Bagi siswa SD akan ditanggung sebesar Rp300 ribu dan bagi siswa SMP sebesar Rp400 ribu.
“Saya tidak ingin mendengar lagi ada anak-anak Batam yang tidak bersekolah pada usia wajib belajar,” tegasnya.
Baca Juga: Lapas Batam Serahkan Remisi Khusus Sakit Berkepanjangan dan Lanjut Usia
Ia juga menyoroti praktik di sekolah swasta yang masih menahan siswa tidak bisa mengikuti ujian karena tunggakan SPP.
“Ini tidak boleh terjadi. Pendidikan adalah hak semua anak,” katanya.
Di sisi lain, Pemko Batam juga mengecam pelaksanaan acara perpisahan siswa yang digelar secara mewah di hotel atau tempat mahal.
“Saya tidak mau dengar lagi ada acara perpisahan mewah," tegasnya.***
Artikel Terkait
Mengenang Abad 20 Saat Berkunjung ke Wisata Kota Lama Semarang Serasa Berada di Negara Eropa
Wahana Rekreasi Tematik Keluarga Ditawarkan Wisata Saloka Theme Park di Jawa Tengah
Wisata Religi Klenteng Sam Poo Kong Persinggahan Laksamana Cheng Ho Asal Tiongkok
Destinasi Wisata Kampung Pelangi Semarang Menyajikan Aneka Bangunan Rumah Warna-warni
Wisata Religi Berkunjung ke Pagoda Avalokitesvara Semarang, Pagoda Tertinggi di Indonesia
Menikmati Keindahan Air Terjun Kali Pancur Getasan, Wisata Semarang Berada di Lereng Gunung Telomoyo
Gunung Kawi Malang Makin Memesona dengan Sajikan Keindahan Air Terjun Coban Glotak
Jadi Agenda Wisata Tahunan Upacara Adat Jawa Malam Selikuran Digelar Setiap Malam 21 Ramadhan
Jadi Agenda Wisata Tradisi Adat Jawa Tolak Bala Ritual Upacara Larung Sesaji dan Kebo-Keboan
Menikmati Indahnya Kota Surabaya dengan Berkeliling Bersama Perahu Kalimas