KLIKREAD.COM - Tiga anggota mahasiswa PLP kelompok 6 Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia ini melakukan pengembangan media pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 3 Kota Serang.
Seperti yang sering kita dengar bahwa media pembelajaran yang menarik tentunya akan menambah semangat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran. Sebelum mahasiswa membuat pengembangan media, mereka melakukan pengamatan saat melakukan pengajaran di kelas serta wawancara pada guru terkait media dan materi pembelajaran.
“Kami mengambil materi teks eksposisi laporan dan teks anekdot, masing-masing materi memiliki 15 pertanyaan” Ujar Ami Febriyani Putri, salah satu anggota PLP kelompok 6 PBI di SMA Negeri 3 Kota Serang
Materi teks eksposisi laporan dan teks anekdot ini sedang dipelajari oleh kelas X di SMA Negeri 3 Kota Serang. Media monopoli ini berisi papan monopoli, kartu pertanyaan, kartu hak milik, bidak empat warna, papan bintang dan bintang.
Papan monopoli teks ini didesain sesuai dengan materi dan terbuat dari sterofom. Pada papan berisi kode materi, yakni untuk materi teks eksposisi laporan berisi kode fakta 1-4, data 1-2, laporan 1-2, objektif 1-4 dan info 1-3, sedangkan kode materi teks anekdot lucu 1-4, hiburan 1-3, majas 1-4, kritik 1-2, dan sasaran 1-2. Selain kotak kode, terdapat kotak bebas pertanyaan, kotak dilarang parkir, kotak hanya lewat, dan kotak bebas parkir.
“Ya jadi, untuk cara bermain jika berhenti pada kotak kode materi akan diberikan pertanyaan lalu jika terjawab akan diberi poin bintang dan menerima kartu hak milik kode. Jika berhenti pada kotak bebas pertanyaan artinya tidak menerima kartu pertanyaan. Jika berhenti pada kotak dilarang parkir, artinya poin bing tang sudah didapat akan berkurang satu” tandas Nurazizah, anggota PLP kelompok 6 PBI di SMA Negeri 3 Kota Serang.
“Dimainkan secara berkelompok dan bergantian tiap kelompok untuk menggulirkan dadu” tambah Yuni Yulyani, anggota PLP kelompok 6 PBI di SMA Negeri 3 Kota Serang.
Monopoli teks ini diuji coba pada kelas X-2 dan berhasil menambah semangat peserta didik serta mampu mengevaluasi materi yang sudah mereka pelajari. Hasil validasi dari ahli media dan ahli materi juga mendukung media monopoli teks ini dijadikan sebagai media pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia.
“Seru, materinya lumayan bisa dipahami, tapi balik lagi tergantung sama orangnya bisa memahami materi yang didapat waktu permainan monopoli atau ngga” Salwa, salah satu peserta didik kelas X-2.
Namun, kekurangan pada media monopoli teks ini akan memakan waktu lama jika mengharuskan semua pertanyaan terjawab oleh peserta didik.
***