Punya Desain yang Biasa Saja, 5 Motor Yamaha Ini Kurang Laku di Pasaran

photo author
Lala Sari Endah, Klik Read
- Selasa, 11 Oktober 2022 | 16:00 WIB
Inilah 5 motor Yamaha yang gagal di pasaran
Inilah 5 motor Yamaha yang gagal di pasaran

2. Yamaha Xeon

Skuter matic yang diharapkan Yamaha untuk menjadi pesaing Honda Vario 125 ini berakhir tragis, karena kalah jauh dari rivalnya.

Bahkan penjualan Yamaha Xeon masih berada di bawah Mio dan Soul GT, buruknya penjualan Yamaha Xeon karena para konsumen menilai motor ini boros BBM.

Baca Juga: Tunggu Apa Lagi? HP Smartphone OPPO Reno8 4G RAM 8 GB ROM 256 GB Turun Harga, Cek Harga Spesifikasinya!

3. Yamaha Lexam

Diluncurkan untuk bersaing dengan Honda Absolute Revo, Yamaha Lexam juga memiliki sistem transmisi mesin matic dengan bentuk mirip seperti Jupiter MX.

Respons pasar terhadap Yamaha Lexam pun mirip-mirip dengan Honda Absolute Revo, motor yang satu ini juga diberhentikan proses produksinya pada tahun 2013 lalu dengan alasan kurang laku di pasaran.

Baca Juga: Butuh Segera! Lowongan Kerja Accounting Staff Oktober 2022 di Dragon Indonesia Area Tangerang

4. Yamaha Nouvo

Produk yang bisa dibilang sebagai embahnya motor matic ini pertama kali diproduksi oleh Yamaha pada kisaran tahun 2002, minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai motor matic kala itu membuat motor besutan Yamaha dengan sentuhan bebek ini enggak laku di pasaran.

Hingga akhirnya Yamaha Nouvo berhenti produksi pada tahun 2007. Usai proses produksinya dihentikan, Yamaha Nouvo menjadi buruan para kolektor karena dianggap memiliki bentuk yang unik jika dibandingkan dengan yang lain.

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru Oktober 2022 di BUMN Pos Properti Sebagai Staff Keuangan dan Umum

5. Yamaha Tiara S

Awal tahun 2000-an permintaan pasar di Indonesia akan model ayam jago atau ayago sangat tinggi, Yamaha pun membaca peluang dan menghadirkan Tiara S di tahun 2021 secara utuh alias CBU.

Performa Tiara S luar biasa, sayangnya karena didatangkan secara CBU harganya tergolong mahal, ditambah kondisi perekonomian saat itu baru dilanda krisis moneter.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lala Sari Endah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X