Klikread.com - Untuk saat ini mungkin kita jarang menemukan mobil baru menggunakan velg kaleng, kebanyakan sudah menggunakan velg alloy.
Namun, pada tahun 90-an, velg kaleng begitu populer digunakan dibandingkan velg alloy, termasuk pada mobil baru.
Kini cuma angkot dan mobil pick up saja yang memakai velg kaleng, sedangkan mobil baru lainnya pakai velg alloy.
Baca Juga: PT SCG Barito Logistics Buka Loker Terbaru Penempatan Wilayah Cilegon Banten, Daftar Sekarang Juga!
Ada juga sih beberapa produk baru yang menggunakan velg kaleng, terutama pada mobil tipe terendah, misalnya Daihatsu Sigra dan Ayla.
Ternyata, penggunaan velg kaleng pada mobil atau kendaraan roda empat Anda memiliki kelemahan.
Bobot velg kaleng biasanya lebih berat dibandingkan pelek alloy dengan ukuran yang sama.
Baca Juga: Loker Terbaru PT Campina Ice Cream Industry Tbk Penempatan Wilayah Jakarta, Simak di Sini!
Jadi dengan tambahan bobot berdampak lebih membebani kerja mesin.
Kita harus ngegas lebih banyak untuk menambah tenaga mobil ketika pakai velg kaleng.
Hal tersebut membuat penggunaan velg kaleng kini sifatnya terbatas, umumnya hanya di varian terbawah atau kendaraan niaga.
Baca Juga: Johnny Andrean Group Butuh Staff Pajak, Cek Info Loker Terbaru Penempatan Jakarta Barat
Alasannya, karena bobot velg yang cukup berat dan desainnya kurang estetis.
Model dan bentuknya begitu-begitu saja dan tak menawarkan banyak pilihan.
Artikel Terkait
Penampakan New SUV Mitsubishi: Tampilan Eksterior Lebih Fresh, untuk Nama dan Interior Tunggu di GIIAS 2023
Cari Mobil Keluarga dengan Banderol di Bawah Rp300 Juta? Mitsubishi Xpander Exceed Bisa Anda Coba
Update Harga Toyota Agya Per Agustus 2023, di Bawah Bayang-bayang Ayla dan Brio
Daihatsu Sigra 2023: Mobil Keluarga Paling Laris Tahun Ini, Cek Harga Per Agustus 2023
Honda Brio Satya S, Varian Paling Rendah yang Siap Beradu dengan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla