Sementara itu untuk perlengkapan suspensi udara juga tak kalah sulit untuk dijual ke orang awam.
Modif chamber pun berisiko membuat mobil jadi agak miring bila salah saat menyetel ulangnya.
Baca Juga: Loker Terbaru Tangerang Selatan di PT Tekno Fluida Indonesia, Ayo Uji Kelayakanmu, Lamar Sekarang!
Ini diperparah lagi bila kalian melakukan roll body, yang membuat ruang fender jadi jeber bila mobil distandarkan kembali.
Lain cerita bila kalian melakukan modifikasi hanya dengan memasang per plug and play produk OEM yang umum digunakan pada merek tersebut.
Misalnya di Mercedes-Benz W124 bawaan pakai merek Bilstein dan kalian menggantinya dengan produk Eibach original serta naik ukuran velg memakai Brabus Monoblock, itu masih proporsional.
Suspensi OEM yang kerap digunakan oleh tuner in house memiliki resale value tersendiri.
Masih banyak penghobi yang mencari bekasnya selama kondisi part tersebut masih baik dan layak.***
Artikel Terkait
BIKIN PENASARAN! Mitsubshi Motors Bersiap Luncurkan Kendaraan SUV Baru di Ajang GIIAS 2023
Daihatsu Ayla 2023 Lebih Irit Bahan Bakar Dibanding Generasi Sebelumnya: Apa Kuncinya? Simak di Sini!
Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton Ketar-ketir, Pick Up Double Cabin Isuzu D Max Semakin Garang dan Canggih
WAH! Ternyata Kawasaki Punya Motor Matic, Tersedia Opsi Mesin 125cc dan 300cc.
4 Hal Menarik Tentang Mitsubishi Xpander Cross 2023, Referensi untuk Mobil Keluarga