peristiwa

Ortu Korban Tak Terima Bayinya Jadi Korban Aniaya di Daycare Little Aresha: Negara Tak Boleh Takut dengan Penjahat Ini!

Rabu, 29 April 2026 | 16:53 WIB
Menyoroti penuturan orang tua korban di Daycare Little Aresha, Yogyakarta di tengah pengusutan kasus penganiayaan anak. (Instagram.com/@undercover.id / @pandanganjogja)

Baca Juga: Tangis Ayah Pecah di Samping Peti Jenazah Putrinya yang Dinyatakan Tewas usai Laka KA Argo Bromo vs KRL Bekasi

"Namun nyatanya kami melihat sendiri anak kami diikat, anak kami ditelanjangi," ungkapnya.

3 Kali Opname, Pertumbuhan Terhambat

Sukirman menuturkan, sebelumnya sang anak sudah 3 kali opname atau dirawat ke rumah sakit sejak dititipkan di Daycare Little Aresha.

"Anak kami Pak, sudah 3 kali opname, masuk rumah sakit. Dan pertumbuhannya juga terhambat," bebernya.

Baca Juga: Jangan Termakan Isu, Kepala Diskominfo Batam Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Informasi Diterima Lewat Medsos

"Sampai saat ini, sudah 1 tahun lebih anak kami belum bisa jalan," terang Sukirman.

Berkaca dari hal itu, sebagian publik juga menyoroti pihak yayasan yang diduga melakukan praktik keji itu secara sistematis dan turun-temurun.

Ketua Yayasan dan Kepsek Disorot

Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Adrian mengungkapkan adanya dugaan praktik kekerasan yang diwariskan oleh pihak Ketua Yayasan hingga Kepala Sekolah di daycare tersebut.

Baca Juga: Dibutuhkan Segera berkarier di Posisi Sebagai Assistant Direktur di PT HUachuang Technology Indonesia

Adrian menyebut, terduga pelaku dalam kasus ini juga sempat memerintahkan tangan dan kaki para korban anak tersebut diikat.

Terduga pelaku yang dimaksud, yakni DK selaku Ketua Yayasan dan AP sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) di daycare Little Aresha.

"Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah ini selalu hadir di tiap pagi, dan mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut kepada anak-anak itu," terang Adrian.

"Jadi dia mengetahui dan menyuruh pengasuh melakukan (kekerasan)," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini