KLIKREAD.COM - Belum selesai kisruh yang terjadi usai terungkapnya kasus dugaan penganiayaan anak di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Bagi yang belum tahu, kasus ini bermula dari adanya laporan mantan karyawan daycare itu ke Polresta Yogyakarta yang merasa tindakan para pengasuhan kepada anak-anak tidak manusiawi.
Laporan tersebut lantas ditindaklanjuti oleh polisi yang menggerebek lokasi tempat penitipan anak itu di Kawasan Sorosutan, Umbulharjo, pada Jumat, 24 April 2026.
Kini, para orang tua dari anak-anak yang diduga menjadi korban penganiayan itu menumpahkan kesedihan sekaligus kegeraman terhadap para terduga pelaku.
Terlebih, besar harapan mereka atas keadilan yang ditegakkan sehingga para pelaku dihukum seberat mungkin atas kasus yang dialami buah hati tercinta.
Hal itu disampaikan saat para orang tua korban turut menghadiri konferensi pers di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta.
Terlihat dalam unggahan Instagram @pandanganjogja, pada Rabu, 29 April 2026, Sukirman sebagai salah satu orang tua korban mendesak pihak kepolisian untuk mengusut dengan serius kasus kekerasan di daycare Little Aresha.
"Siapa pun orang di belakangnya, negara tidak boleh takut pada penjahat-penjahat seperti ini," ujar Sukirman.
Harapan yang Tak Sesuai Kenyataan
Dalam penuturannya, Sukirman mengaku sebelumnya menitipkan anaknya di daycare itu dengan tujuan agar dapat diasuh dengan penuh kasih sayang dan pendidikan sesuai dengan usianya.
"Kami bayar mahal juga di sekolah itu. Harapannya anak kami mendapatkan pendidikan dan perilaku yang baik seperti diajari orang tuanya," bebernya.
Kendati demikian, Sukirman menyesali adanya dugaan praktik kejam seperti pengikatan hingga penganiayaan yang selama ini dialami anaknya di daycare tersebut.