KLIKREAD.COM, Jakrta - Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, membantah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima aliran dana korupsi Kuota Haji.
Aliran dana dari kasus tersebut mengakibatkan kerugian negara lebih dari Rp 1 triliun.
Saifullah Yusuf menegaskan, PBNU tidak terlibat sama sekali dalam kasus yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.
Baca Juga: Bingung Terim Dana Segar Rp200 Triliun, Menkeu Purbaya Duga Dirut Bank pada Pusing Penyalurannya
“Kami memastikan bahwa PBNU tidak terlibat dalam proses pembagian kuota maupun yang lain-lain.
Kita bisa pastikan itu, PBNU tidak terlibat,” ujarnya ditemui di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Senin, 15 September 2025 dikutip dari laman.
Meski begitu, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu membuka lebar pintu PBNU bilamana ada pengurus yang memang diperlukan keterangannya.
Baca Juga: BRI Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025
Hal ini semata-mata karena memperingati dengan sungguh-sungguh proses hukum yang tengah berjalan.
“Kita diharapkan dimintai keterangan juga bisa memberikan penjelasan dengan baik sebagai bagian dari warga negara yang baik, yang menghormati proses hukum,” tuturnya.
“Tapi yang penting, kami pastikan PBNU tidak terlibat,” sambungnya menegaskan kembali.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir di Bali, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Menurutnya, sejak awal PBNU mendukung penuh upaya Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi anggota korupsi di Indonesia.
Oleh karena itu, ia pun mendukung dan menghormati upaya KPK dalam rangka mengusut berbagai dugaan dugaan kepada siapa pun.***