KLIKREAD.COM, Jakarta - Dalam rangka mempercepat agenda hilirisasi nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Lahadalia menawarkan sebanyak 18 proyek senilai Rp 618,13 triliun kepada CEO Danantara Rosan Roeslani.
Hal ini ditandai dengan penyerahan dokumen Pra-Studi Kelayakan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
"Satgas Hilirisasi menyerahkan sebanyak 18 dokumen pra feasibility study (pra-FS) proyek hilirisasi dengan nilai investasi total sebesar USD 38,63 miliar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Laporan APBN 2024 dan Outlook Fiskal 2025, Siapkan RAPBN 2026
Atau setara Rp 618,13 triliun," ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa 22 Juli 2025 kemarin.
Lebih rinci dia membeberkan, bahwa dari 18 proyek tersebut diantaranya 8 proyek hilirisasi di sektor mineral dan batubara, 2 proyek tentang transisi energi.
Dan juga 2 proyek ketahanan energi, 3 proyek hilirisasi pertanian, serta 3 proyek hilirisasi kelautan dan perikanan.
Dia memastikan bahwa proyek yang ditawarkan di luar ekosistem baterai mobil khusus yang akan dibangun.
Baca Juga: Masyarakat Sambut Antusias Peluncuran 80.081 Koperasi Merah Putih, Harapkan Harga Lebih Murah
Ia juga menekankan dengan nilai investasi pada proyek hilirisasi tersebut akan menciptakan potensi ratusan ribu lapangan pekerjaan.
Selain itu juga ia menjamin proyek hilirisasi juga akan menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.
Bahkan kata dia, upah yang akan diperoleh pekerja di atas dari UMR wilayahnya.***