KLIKREAD.COM, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman merespons keluhan peternak ayam rakyat, yang meminta agar pelaku usaha besar tidak lagi memperluas bisnis budidaya ayam broiler.
Menurut Amran, sektor peternakan ayam rakyat harus diprioritaskan untuk peternak kecil, sehingga pemerintah akan memperketat masuknya investor besar ke sektor tersebut.
"Itu jangan sampai investor masuk ke sektor itu (peternakan ayam), itu untuk rakyat kecil. Kita perketat, kita setuju.
Baca Juga: Dukung Daya Saing Industri, Bahlil Umumkan Tarif Listrik Tak Naik
Biar rakyat kecil bermain di peternakan ayam kecil," kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa 30 Juni 2026.
Saat ditanya kapan kebijakan tersebut akan ditindaklanjuti, Amran memastikan telah memerintahkan jajarannya untuk segera memprosesnya.
"Saya sudah minta tanya Dirjen (Peternakan dan Kesehatan Hewan/PKH Kementan), sudah saya minta ditindaklanjuti," ujarnya.
Baca Juga: Surati Kepala BGN, PDIP Minta Data Kader Ikut Main Proyek MBG
Sebelumnya, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) mengungkapkan anjloknya harga ayam hidup bukan dipicu kebijakan impor bahan baku pakan.
Melainkan karena produksi ayam yang berlebih sehingga pasokan membanjiri pasar dan tidak diimbangi peningkatan permintaan.
Sementara Sekretaris Jenderal GOPAN Sugeng Wahyudi mengatakan, harga ayam hidup di kandang peternak saat ini hanya berkisar Rp14.000-Rp15.000 per kilogram (kg).
Baca Juga: Promedia Group Kolaborasi dengan Manava Collective Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat
Hal ini, jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai sekitar Rp20.000 per kg.
"Memang hari ini, suplai produksi ayam tidak diimbangi oleh peningkatan demand daging ayam. Yang terjadi kemudian, harga ayam hidup di kandang-kandang peternak tertekan," kata Sugeng.
Artikel Terkait
Penguatan Karakter Kebangsaan, Siswa Sekolah Rakyat Bakal Dilatih oleh Taruna Akmil
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Puluhan Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon
Menerjang Ombak dari Pulau ke Pulau, Dedikasi Mantri Perempuan BRI Menjaga Akses Keuangan di Wilayah Kepulauan Sulawesi Tengah
Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Divonis 10 tahun Penjara dan Uang Penganti Rp809 Miliar
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Bikin Kaget Viral Di Medsos Biaya Latsarmil Calon Manejer Kopdes Merah Putih Perorang Capai Rp45 Juta
Terkait Uang Pengganti Rp809 M, Nadiem Makarim Sebut Tidak Punya Uang Sebanyak Itu
Promedia Group Kolaborasi dengan Manava Collective Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat
Surati Kepala BGN, PDIP Minta Data Kader Ikut Main Proyek MBG
Dukung Daya Saing Industri, Bahlil Umumkan Tarif Listrik Tak Naik