Pemandu Wisata yang Viral usai Bagikan Momen Erupsi Dukono Ngaku Janggal saat Lihat Gunung Sempat Tak Keluarkan Asap

photo author
Nada Salsabila, Klik Read
- Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi. (Facebook.com / Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi. (Facebook.com / Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)

Baca Juga: Satpolairud Karimun Tangkap Dua Penyelundup 9,5 Ton Timah Ilegal Disita, Negara Rugi Rp167 Juta

Djangu menilai, jarak tersebut telah sesuai rekomendasi pihak volcanology.

"Meskipun demikian jika terjadi perubahan arah angin maka harus turun," tambahnya.

Targetkan Foto Erupsi

Dalam perjalanan wisatannya, Djangu bercerita kala itu ia dan pendaki yang didampinginya menargetkan foto erupsi dan percikan lahar Gunung Dukono.

Baca Juga: Polisi Sita Uang Rp1,9 Miliar Hasil Penggerebekan Judi Online di Hayam Wuruk

"Target kami adalah fotografi erupsi dan percikan lahar dari jarak yang direkomendasikan," terangnya.

"Beberapa hari lalu kami ke kantor volcanology lihat lansung aktivitas vulkanik gunung Dukono yang terekam dalam alat seismograf," tambah Djangu.

Di kantor tersebut, Djangu menyebut, ada peta yang menunjukan bahwa bukaan kawah mengarah ke arah utara atau Jalur Mamuya.

"Oleh karena itu pendakian yang aman itu dari jalur timur, namun saat itu kami batal mendaki karena aktifitas masih tinggi," tutur Djangu.

Baca Juga: Pernyataan Amien Rais Dinilai Keliru Bawa Isu Private Teddy ke Ruang Publik

"Dan arah angin ke arah selatan dan timur bahkan sering berubah ke Utara dalam beberapa jam," sambungnya.

Sebut Ada Kejanggalan di Gunung Dukono

Sebagai pemandu wisata, Djangu mengaku sempat merasa janggal saat menyiapkan tendanya pada titik pantauan area puncak Gunung Dukono.

"Saat tiba di lokasi kami setting tenda sambil lakukan pemantauan, terlihat benar benar tidak ada asap di puncak," terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nada Salsabila

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X