Baca Juga: Satpolairud Karimun Tangkap Dua Penyelundup 9,5 Ton Timah Ilegal Disita, Negara Rugi Rp167 Juta
Djangu menilai, jarak tersebut telah sesuai rekomendasi pihak volcanology.
"Meskipun demikian jika terjadi perubahan arah angin maka harus turun," tambahnya.
Targetkan Foto Erupsi
Dalam perjalanan wisatannya, Djangu bercerita kala itu ia dan pendaki yang didampinginya menargetkan foto erupsi dan percikan lahar Gunung Dukono.
Baca Juga: Polisi Sita Uang Rp1,9 Miliar Hasil Penggerebekan Judi Online di Hayam Wuruk
"Target kami adalah fotografi erupsi dan percikan lahar dari jarak yang direkomendasikan," terangnya.
"Beberapa hari lalu kami ke kantor volcanology lihat lansung aktivitas vulkanik gunung Dukono yang terekam dalam alat seismograf," tambah Djangu.
Di kantor tersebut, Djangu menyebut, ada peta yang menunjukan bahwa bukaan kawah mengarah ke arah utara atau Jalur Mamuya.
"Oleh karena itu pendakian yang aman itu dari jalur timur, namun saat itu kami batal mendaki karena aktifitas masih tinggi," tutur Djangu.
Baca Juga: Pernyataan Amien Rais Dinilai Keliru Bawa Isu Private Teddy ke Ruang Publik
"Dan arah angin ke arah selatan dan timur bahkan sering berubah ke Utara dalam beberapa jam," sambungnya.
Sebut Ada Kejanggalan di Gunung Dukono
Sebagai pemandu wisata, Djangu mengaku sempat merasa janggal saat menyiapkan tendanya pada titik pantauan area puncak Gunung Dukono.
"Saat tiba di lokasi kami setting tenda sambil lakukan pemantauan, terlihat benar benar tidak ada asap di puncak," terangnya.
Artikel Terkait
Kamis (23/3) Malam Guguran Lava Pijar Erupsi Gunung Merapi Terjadi Sebanyak 12 Kali
Gunung Merapi Kembali Alami Erupsi, Jangan Ada Aktivitas di Daerah Potensi Bahaya
Erupsi Gunung Semeru, 3 Warga Luka Bakar, Ratusan Ternak Mati
3 Pendaki Dilaporkan Hilang usai Insiden Erupsi Gunung Dukono di Malut, Pencarian SAR Terkendala Hujan Abu