KLIKREAD.COM, Jakarta - Pakar Telematika Roy Suryo, angkat bicara terkait isu berkembang dugaan ijazah palsu dimiliki mantan Presiden RI Joko Widodo.
Dimana kali ini, ia juga mencium adanya kejanggalan pada skripsi milik Jokowi.
Kejanggalan-kejanggalan ini juga menambah pertanyaan mengenai keaslian dokumen yang disimpan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).
Yakni tempat Jokowi menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan pada 1985.
Baca Juga: Guntur Romli Nilai Sikap Menteri Masih Menganggap Jokowi Bos Bisa Menimbulkan Loyalitas Ganda
Roy Suryo mengaku mencatat dua kejanggalan.
Yakni terletak pada perbedaan ketikan antara ketikan batang tubuh yang diketik dengan mesin tik biasa.
"Di depan itu (skripsi,-red) dengan cetakan yang tidak ada pada zamannya," ujar Roy Suryo.
Tak berhenti di situ, Roy Suryo juga melihat kejanggalan juga tak adanya lembar pengesahan dari dosen penguji skripsi milik Jokowi.
"Tapi faktanya tidak ada," imbuh Roy Suryo.
Baca Juga: Direktur Eksekutif IPO Sarankan Jokowi Sudahi Intervensi Prabowo, Contoh SBY dan Megawati
Imbas dari hal tersebut, Roy Suryo bersama sejumlah massa yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa 15 April 2025.
Yakni dalam rangka untuk meminta klarifikasi terkait keaslian ijazah Jokowi.
Namun sayangnya, sampai saat ini Roy Suryo dan kawan-kawannya belum bisa melihat ijazah asli milik Jokowi.
Dimana pihak kampus mengaku tak menyimpannya.
Artikel Terkait
Inilah Kronologis Arogansi Anggota DPRD Sumut Cekik Pramugari di Pesawat Wings Air
Permudah Distribusi Makanan Bergizi Gratis, Menko Bidang Pangan Sambut Baik Libatkan Dapur Kantin Sekolah
Khawatir Picu Ketegangan ASEAN, Anggota DPR Tolak Permintaan Pendirian Pangkalan Militer Rusia di Wilayah NKRI
Kabar Duka Pengacara Kondang Hotma Sitompul Meninggal Dunia
Kabar Duka, Sebelum Meninggal Dunia, Pengacara Senior Hotma Sitompul Sempat Dirawat di RSCM
Artis Drama Kolosal Angling Drama Sekar Arum Ngaku Bersedekah ke Masjid Istiqlal Pakai Uang Palsu Rp10 Juta
Pangkas Disparitas Mutu Pendidikan, Kemendikdasmen akan Lakukan Perubahan Besar Tata Kelola Dunia Pendidikan
Mahfud MD Nilai Prabowo Telah Sadari Pentingnya Peran Media Guna Perkuat Legitimasi dan Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah
Direktur Eksekutif IPO Sarankan Jokowi Sudahi Intervensi Prabowo, Contoh SBY dan Megawati
Guntur Romli Nilai Sikap Menteri Masih Menganggap Jokowi Bos Bisa Menimbulkan Loyalitas Ganda