"Meluapnya Sungai Cibareno pasca-gempa ini lebih besar dibandingkan 15 tahun terakhir, sehingga membuat panik warga yang tinggal di bantaran sungai. Kami berharap air bisa segera surut," tambahnya.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Wawan Godawan Saputra sudah menginstruksikan petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) untuk memantau daerahnya masing-masing antisipasi adanya dampak pasca-gempa.
Baca Juga: Inspirasi Desain Rumah 60m² dengan Luas Bangunan 43m², Cocok Nih Jadi Rumah Pertama Kamu dan Dia
"Kami masih melakukan pemantauan, namun belum ada laporan kerusakan," katanya. Dikutip Klikread dari Antara News.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa dengan M 5,5 tersebut berpusat di 7.09 lintang selatan (LS),106.08 bujur timur (BT) sekitar 26 km barat daya, Kabupaten Bayah, Banten dengan kedalaman pusat gempa :12 km di bawah permukaan laut.*
Artikel Terkait
BREAKING NEWS: Gempa Berkekuatan 5,5 Magnitudo Terjadi di Bayah Lebak Banten Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami
Heboh, Pasca Gempa Bayah, Laut di Anyer Surut, Cek Faktanya!
Ini Doa yang Dibaca Saat Terjadi Gempa Bumi
Gempa Bumi Berkekuatan 5,5 M di Bayah Banten Juga Dirasakan Hingga, Jakarta, Tangerang, dan Bogor
BMKG Mengingatkan Tentang Kemungkinan Adanya Gempa Susulan di Bayah Paska Gempa Bumi Tadi Sore 9 Oktober 2022