Lembaga penyiaran publik Jepang, NHK, melaporkan setidaknya 12 rumah telah runtuh akibat gempa magnitudo 7,1 tersebut.
"Sejumlah penghuni rumah-rumah yang runtuh itu hingga kini dilaporkan terjebak," tulis NHK dalam laporannya, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Selain itu, korban yang terjebak dalam puing bangunan juga terjadi pada kasus runtuhnya pusat perbelanjaan AEON di Kota Kashima.
Pihak kepolisian setempat sebelumnya melaporkan kerusakan bangunan pusat perbelanjaan ini terkait dengan ledakan.
Wilayah Mana Saja yang Terdampak?
Sejauh ini, peringatan darurat gempa bumi masih diberikan kepada Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki.
Sebagai catatan, seluruh prefektur ini berada di Pulau Kyushu di wilayah selatan Jepang.
Gempa ini juga dilaporkan berdampak pada arus listrik di Pulau Kyushu.
Kyushu Electric Power menyebut, sekitar 40.000 rumah kehilangan aliran listrik karena gempa terbaru.
Hal ini juga kemudian berdampak pada penangguhan jadwal kereta api dan bandara di Jepang.
Apakah Berdampak Tsunami ke Indonesia?
Menurut hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami yang berdampak ke wilayah Indonesia.
Baca Juga: Suasana Hangat Nobar Piala AFF, Kapolresta Barelang Pererat Sinergi dengan Insan Pers
Artikel Terkait
Mengenang Peristiwa 19 Tahun Lalu, Gempa Yogyakarta, Diantara Isu Tsunami dan Gunung Meletus
1 Orang Meninggal Dunia Dampak Gempa Bumi Magnitudo 5.8 Guncang Poso, Sulawesi Tengah
Gempa Magnitudo 6.0 di Afghanistan, Korban Jiwa Tembus 1 Ribu Lebih
BNPB Laporkan Gempa di Sukabumi Mengakibatkan 5 Rumah Alami Kerusakan
Gempa Bumi Bermagnitudo 3.2 Guncang Barat Laut, Sarmi, Papua