58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Terdampak Perang AS-Israel dan Iran

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 1 Maret 2026 | 14:52 WIB
Ilustrasi. Jemaah umrah Indonesia.
Ilustrasi. Jemaah umrah Indonesia.


KLIKREAD.COM, Arab Saudi - Sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi belum bisa pulang ke tanah air.

Hal ini dampak dari konflik bersenjata melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Mengakibatkan sejumlah maskapai dilaporkan terpaksa mengubah rute hingga menunda jadwal penerbangan dari dan menuju Arab Saudi demi alasan keamanan.

Baca Juga: Seskab Teddy Tegaskan Pelaksanaan MBG Tidak Mengganggu Program dan Anggaran Pendidikan

Kondisi ini memicu ketidakpastian jadwal bagi puluhan ribu jemaah, baik mereka yang kini tengah berada di tanah suci maupun jemaah yang masih menunggu keberangkatan di tanah air.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Pemerintah memastikan puluhan ribu jemaah tersebut tetap dalam pantauan ketat.

Baca Juga: Polda NTB Tangkap AS Bendahara Bandar Narkoba Koh Erwin di Mataram

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, mengonfirmasi bahwa pemerintah terus melakukan monitor secara intensif terkait dinamika situasi regional tersebut.

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik.

Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Sabtu 28 Februari malam WIB.

Baca Juga: Muluskan Peredaran Narkoba, Bandar Narkoba Setor Uang Keamanan ke AKBP Didik Putra Kuncoro

Puji menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil risiko terkait keselamatan warga negaranya.

Kemenhaj kini terus menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Disambut Hangat di Seoul

Rabu, 1 April 2026 | 10:54 WIB
X