Ki Sawunggaling bukan org sembarangan, ia adalah patih dari Kerajaan Pemecutan.
Ia bisa saja meminta rakyat biasa untuk berkorban, tetapi ia memilih dirinya sendiri yang kemudian diikuti juga oleh istrinya.
Baca Juga: Harley Davidson Softail Bukan Moge Entry Level
Pada momen Purnama Kapat, Ki Sawunggaling dan istrinya melompat ke sungai dibarengi ditancapkannya dap dap di dasar sungai.
Suasana haru pun menyebar ketika prosesi itu, keduanya pun menghilang, tak muncul lagi ke permukaan.
Namun air sungai terus naik hingga akhirnya mampu mengairi persawahan.
Kisah ini berlanjut hingga turun temurun dan sampai ke telinga Belanda.
Baca Juga: Tak Perlu ke Dealer Honda, Simak Nih Update Harga Motor Matic Honda Oktober 2022
Sayangnya, Belanda memanfaatkan cerita ini ketika mereka merenovasi Bendungan Oongan saat era penjajahan.
Kala itu bendungan masih sederhana dan ingin diperkokoh lagi.
Memanfaatkan cerita Ki Sawunggaling, Belanda akhirnya membunh beberapa orang pribumi dan "ditanam" di fondasi dam baru.
Padahal tujuan mereka memang hanyalah membunuh dan mengurangi pemakaian tanah untuk permakaman.
Hingga saat ini, Dam Oongan masih memberikan kesan angker. Residu energi para korbannya yang dijadikan fondasi oleh Belanda diserap oleh jin yang berada di sana hingga beberapa orang kerap melihat penampakan di dam tersebut.
Namun, sekarang Dam Oongan mencoba menghilangkan kesan angker dengan mengubahnya menjadi taman terbuka dan sarana rekreasi.*
Artikel Terkait
MERINDING! Cerita Horor Rumah Sakit (RSK)Tayu Pati, Terbengkalai Sejak 2013, Banyak Hal Aneh Terjadi
CERITA HOROR: Dusun Legetang yang Hilang Dalam Semalam 50 Tahun Silam
Bikin Merinding, Cerita Horor Kolam Renang Singandaru, Dibangun di Atas Kuburan dan Banyak Makan Korban
CERITA HOROR! Tak Terima Diputus Cinta, Seorang Wanita Memutilasi Sang Pacar dan Dimasak jadi Nasi Kebuli
Cerita Horor Wanita Kebaya Merah di Kereta Jenazah Alun-alun Kidul Keraton Surakarta