KLIKREAD.COM, Lingga - Kue Khasidah atau Hasidah merupakan kue istimewa kuliner khas Kabupaten Lingga.
Karena kue ini memiliki sejarah panjang pada zaman Kerajaan Melayu Lingga.
Di lingkungan istana Kerajaan Lingga Riau, kue ini bukan saja menjadi santapan khas pengantin.
Baca Juga: Kue Bangkit Kuliner Khas Lingga Mengandung Filosofi Membangkitkan Semangat Hidup
Namun juga dihidangkan untuk orang-orang tertentu dari golongan yang setara dengan bangsawan.
Dalam Kitab Silsilah Melayu dan Bugis dan Sekalian Raja-rajanya, Raja Ali Haji lewat syair mengisahkan adanya kue hasidah.
Kue ini dihidangkan kepada golongan orang yang bergelar Said pada majelis pernikahan Upu Daing Celak dengan Tengku Mandak.
Baca Juga: Sagu Lenggang Makanan Berbahan Sagu Kuliner Khas Lingga yang Cukup Terkenal
Dalam adat istiadat pernikahan Melayu kue khasidah menjadi kue utama yang wajib ada dalam santapan penutup makan berhadap pengantin.
Kue khasidah diletak ditengah-tengah kue lainnya.
Kue khasidah yang dihidangkan bermakna “Selalu menjaga keutuhan rumah tangga dalam suka, duka dan bertanggung jawab, juga saling menghargai antara suami dan isteri.”
Baca Juga: Mencicipi Kuliner Bubur Lambok Khas Lingga Terbuat dari Sagu
Kue ini pun disebut dengan kue tebus yang apabila dicicipi oleh pengantin, maka kue ini harus ditebus dengan jumlah uang yang tidak ditentukan besarannya.
Kue ini disediakan oleh pihak pengantin perempuan untuk dihidangkan kepada pengantin laki-laki.***