KLIKREAD.COM - Memiliki mobil jarang dipakai harus tahu langkah pemeliharaan yang harus dilakukan.
Jangan pula bermalas-malasan untuk memanaskan mesin mobil secara rutin.
Mesin mobil yang jarang dipanaskan justru bisa memicu kerusakan.
Baca Juga: Terdapat Tujuh Belas Model Motor KTM Meramaikan Pasar Otomotif di Indonesia
"Setelah mesin terakhir dipakai, oli menjadi kotor karena suhu panas mesin dan friksi komponen yang menghasilkan residu," tutur Alvin dikutip dari gridoto.com.
Alvin Suwarna ini adalah Director PT Oil Indonesia.
Residu kotoran ini larut bersama dengan oli akan turun ke bawah tertampung di bak oli mesin.
Baca Juga: Jangan Biarkan Filter Solar Mobil Diesel Selalu Kotor, Inilah Akibatnya
Semakin lama mesin tidak dipakai, semakin lama juga oli tidak bersirkulasi dan mengendap di dalam bak oli.
Begitu juga kotoran yang menumpuk di bawah lama-lama semakin pekat dan berukuran tebal.
Saat dinyalakan, oli mesin yang kotornya sudah pekat kembali masuk ke dalam celah komponen.
Efeknya kerja mesin lebih besar karena gesekan berlebih akibat dari berkurangnya daya pelumasan dari endapan kotoran yang pekat.
Baca Juga: Radiator di Mobil Bekas Terjadi Mampat, Inilah Biang Penyebabnya
Komponen yang terkena friksi jadi lebih cepat aus, endapan kotoran bisa menyumbat klep, risiko kerusakan mesin jadi lebih besar.
Artikel Terkait
Lakukan Seperti Ini Guna Mendeteksi Rack Steer Mobil Sudah Mulai Rusak
Mencopot Ban Serep Toyota Innova Zenix dengan Mudah, Begini Caranya
Membersihkan Jamur di Kaca Mobil Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah, Coba Pakai Cairan Ini
Telat Ganti Kampas Rem Mobil Habis, Tanggung Akibatnya
Jangan Biarkan Air Aki Mobil Sering Kosong, Hal Ini Bisa Cepat Rusak
Kenali Ciri-ciri Rem Mobil Anda Mulai Bermasalah Saat Berkendara di Jalanan
Radiator di Mobil Bekas Terjadi Mampat, Inilah Biang Penyebabnya
Inilah Kelebihan Suzuki Carry Pickup Teruji Tangguh dan Andalan di Segala Medan
Jangan Biarkan Filter Solar Mobil Diesel Selalu Kotor, Inilah Akibatnya
Terdapat Tujuh Belas Model Motor KTM Meramaikan Pasar Otomotif di Indonesia