Presiden FIFA, Gianni Infantino, Mengatakan di Eropa Lebih Banyak Hipokrasi Dibanding di Qatar

photo author
Khairul, Klik Read
- Sabtu, 19 November 2022 | 20:08 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa di Eropa lebih banyak hipokrasi daripada di Qatar (Doha News)
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa di Eropa lebih banyak hipokrasi daripada di Qatar (Doha News)

KLIKREAD - Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan pernyataan keras terhadap berbagai kritikan yang dialamatkan kepada penyelenggaraan Piala Dunia 2022 Qatar yang banyak memberikan larangan kepada beberapa isu yang beredar.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa ia percaya ada kemunafikan atas sikap Eropa terhadap tuan rumah Piala Dunia Qatar dan nilai-nilainya.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar: Tiba di Qatar, Timnas Portugal Langsung Gelar Latihan

Infantino mengkritik balik segala tentangan isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), hak LGBT dan perlakuan terhadap pekerja migran di Qatar.

"Saya pikir atas apa yang telah dilakukan orang Eropa selama 3.000 tahun terakhir, kita harus meminta maaf untuk 3.000 tahun ke depan sebelum mulai memberikan pelajaran moral kepada orang-orang," kata Infantino di Doha Sabtu (19/11/2022).

Presiden FIFA tersebut kemudian melanjutkan keterangannya, "Hari ini saya merasa Qatar. Hari ini saya merasa Arab. Hari ini saya merasa Afrika. Hari ini saya merasa gay. Hari ini saya merasa cacat. Hari ini saya merasa menjadi pekerja migran.

Baca Juga: Jurgen Klinsmann Memilih Inggris Untuk Favorit Menjuarai Piala Dunia 2022 Qatar

"Tentu saja saya bukan orang Qatar, saya bukan orang Arab, saya bukan orang Afrika, saya bukan gay, saya tidak cacat. Tapi saya merasa seperti itu, karena saya tahu apa artinya didiskriminasi, diintimidasi, sebagai orang asing di negara asing. Sebagai seorang anak saya diintimidasi - karena saya memiliki rambut merah dan bintik-bintik, ditambah lagi saya orang Italia, jadi bayangkan saja."

Infantino kemudian tampak membela skema penanganan pekerja migran di Qatar, bahkan menyarankan agar negara-negara Eropa dapat mengikuti strategi serupa yang telah dilaksanakan oleh Qatar.

Baca Juga: Luis Enrique, Manajer Spanyol, Mendukung Messi Untuk Menjadi Juara di Piala Dunia 2022 Qatar

"Lalu apa yang kamu lakukan? Kamu mencoba terlibat, berteman. Jangan mulai menuduh, berkelahi, menghina, kamu mulai terlibat. Dan inilah yang seharusnya kita lakukan.

“Jika Eropa benar-benar peduli dengan nasib para pemuda ini, Eropa dapat melakukan seperti yang dilakukan Qatar, membuat beberapa jalur hukum, di mana setidaknya sejumlah, persentase dari para pekerja ini dapat datang.

Baca Juga: Lima Laga Menarik di Babak Penyisihan Grup Piala Dunia 2022 yang Menarik Untuk Ditonton

"Turunkan pendapatan tetapi beri mereka harapan, beri mereka masa depan. Ini berarti kita tidak boleh menunjukkan apa yang tidak berhasil, di sini di Qatar juga, tentu saja, ada beberapa hal yang tidak berhasil yang perlu diperbaiki." tambah Infantino.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Marca

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Belanda Bangkit, Taklukkan Norwegia 2-1

Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:41 WIB

Cristian Romero Diburu Tiga Raksasa Spanyol

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:06 WIB

Marc Marquez Kesal, Emosi Meledak di Brasil

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:58 WIB

Ducati Yakin Gresini Tetap Bertahan di MotoGP

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:15 WIB
X