FIFA Meminta Kepada Peserta Piala Dunia 2022 Qatar Agar Fokus Saja Pada Urusan Sepakbola

photo author
Khairul, Klik Read
- Jumat, 4 November 2022 | 07:26 WIB
FIFA mengeluarkan surat kepada negara-negara peserta agar fokus saja pasa urusan sepakbola selama Piala Dunia 2022 di Qatar. Isu LGBTQ, HAM, pekerja migran,  itu dikesampingkan karena FIFA dan sepakbola bukan urusan politik (istimewa)
FIFA mengeluarkan surat kepada negara-negara peserta agar fokus saja pasa urusan sepakbola selama Piala Dunia 2022 di Qatar. Isu LGBTQ, HAM, pekerja migran, itu dikesampingkan karena FIFA dan sepakbola bukan urusan politik (istimewa)

KLIKREAD - FIFA sudah mengirim surat kepada negara-negara yang bermain di Piala Dunia 2022 di Qatar untuk berkonsentrasi atau fokus pada urusan sepakbola dan tidak fokus pada isu Hak Asasi Manusia (HAM).

Menjelang Piala Dunia 2022 Qatar memang banyak kritikan dan serangan pedas kepada Qatar sebagai negara penyelenggara terkait isu HAM dan larangan-larangan tertentu kepada para penggemar sepakbola selama mereka berada di Qatar menyaksikan Piala Dunia.

Baca Juga: Gerard Pique Umumkan Pensiun Dari Dunia Sepakbola Setelah Laga Akhir Pekan Ini

Badan asosiasi sepakbola dunia itu telah mengirim surat kepada semua negara yang berlaga di Piala Dunia – termasuk Inggris dan Wales – untuk menekankan bahwa semua orang akan diterima di Qatar.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Sekretaris Jenderal FIFA, Fatma Samoura, berharap kritik keras terhadap negara kecil itu akan berhenti menjelang pertandingan pembukaan antara Qatar melawan Ekuador pada 20 November.

Baca Juga: Pep Talk Messi di Final Copa America 2021 Viral Menjelang Piala Dunia 2022

Ada klaim yang mengatakan bahwa 6.500 pekerja migran dari India, Pakistan, Nepal, Bangladesh dan Sri Lanka telah meninggal di Qatar sejak mereka memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2010.

Qatar juga telah berulang kali dikecam karena undang-undang anti-LGBTQ, yang mana di Qatar aktivitas seksual sesama jenis itu dapat dihukum hingga tujuh tahun kurungan penjara.

Baca Juga: Netflix Merilis Dokumenter 'Be Eternal: Champions of America', Harapan Untuk Juara Piala Dunia 2022

Ada desakan kuat bahwa kritik terhadap Qatar pantas dan harus dilakukan sepanjang turnamen Piala Dunia 2022. Bagi para pengkritik momen ini akan menjadi jendela kesempatan yang baik untuk membahas masalah isu terkait HAM yang ada di Qatar.

Tapi FIFA menyadari peningkatan cerita negatif terus-menerus terhadap Qatar sehingga FIFA memutuskan untuk bertindak menanggapi isu-isu non teknis ini dengan surat yang dilayangkan dari Infantino dan Samoura kepada negara-negara peserta Piala Dunia 2022 Qatar.

Baca Juga: Ada 9 Pemain Bintang yang Tidak Bisa Ikut Serta Dalam Piala Dunia 2022 Qatar

Surat tersebut mengatakan bahwa FIFA bukan organisasi politik dan tidak ada di sini untuk moral dan menghakimi. "Semua orang diterima tanpa memandang asal, latar belakang, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, atau kebangsaan."

Gianni Infantino yang mengambil alih sebagai presiden FIFA pada tahun 2016, enam tahun setelah Qatar secara kontroversial memenangkan bidding tuan rumah Piala Dunia setelah mengalahkan Amerika Serikat dan Australia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: The Sun

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Belanda Bangkit, Taklukkan Norwegia 2-1

Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:41 WIB

Cristian Romero Diburu Tiga Raksasa Spanyol

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:06 WIB

Marc Marquez Kesal, Emosi Meledak di Brasil

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:58 WIB

Ducati Yakin Gresini Tetap Bertahan di MotoGP

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:15 WIB
X