KLIKREAD.COM - Kota Tangerang memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan keberadaan benteng pertahanan.
Terbukti adanya reruntuhan Benteng Tangerang adalah sisa-sisa benteng pertahanan VOC yang didirikan di dekat Sungai Cisadane.
Hal ini untuk melindungi daerah dari serangan Kesultanan Banten.
Benteng ini sudah tidak terawat sejak 1912 dan kini jejaknya hilang digantikan pemukiman.
Wilayah sekitar reruntuhan benteng kini dihuni oleh banyak masyarakat etnis Tionghoa, yang kemudian menjadi asal mula sebutan "Cina Benteng".
Benteng ini menjadi saksi bisu perebutan kekuasaan dan pertempuran sengit antara VOC dan Kesultanan Banten.
Baca Juga: Sejarah Pasar Lama Tangerang Pusat Perdagangan Tertua Berdiri Sejak Tahun 1407
Kini, jejak-jejak benteng tersebut telah hilang dan tergantikan oleh pemukiman penduduk, terutama masyarakat etnis Tionghoa.
Karena keberadaan benteng dan banyaknya masyarakat Tionghoa di sekitar wilayah tersebut, muncul sebutan "Cina Benteng" atau "Tionghoa Benteng".
Hal ini untuk merujuk pada komunitas Tionghoa Peranakan terbesar di Indonesia.
Meski julukan atau sebutan Benteng sudah begitu melekat, namun wujud bangunan Benteng itu sendiri tidak ada di Kota Tangerang.
Bahkan jejak-jejak bangunan Benteng di Kota Tangerang ini seolah hilang misterius tanpa bekas.