KLIKREAD.COM - Bendungan Pintu Air Sepuluh di Tangerang dikenal sebagai Sangego, dibangun oleh Kolonial Belanda pada tahun 1927.
Bendungan ini mulai beroperasi pada tahun 1932 sebagai bagian dari politik etis untuk irigasi dan pengendali banjir.
Pembangunan bendungan ini dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai wujud politik etis, yaitu program balas budi kepada rakyat Indonesia melalui pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Sejarah Pasar Lama Tangerang Pusat Perdagangan Tertua Berdiri Sejak Tahun 1407
Awalnya benungan ini dikenal sebagai Sangepo atau Ceko, bendungan ini kemudian dikenal sebagai Pintu Air Sepuluh karena memiliki sepuluh pintu besar yang menjadi ciri khasnya.
Bendungan ini memiliki sepuluh pintu air dan menjadi ikon bersejarah sekaligus simbol ketahanan kota, berfungsi vital untuk pasokan air dan kini menjadi cagar budaya serta objek wisata.
Bendungan Pintu Air Sepuluh terletak di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang.
Bendungan Pintu Air Sepuluh menjadi saksi bisu perkembangan infrastruktur di wilayah Tangerang selama lebih dari 90 tahun.
Bendungan Pintu Air Sepuluh ini berperan penting dalam mengairi sawah seluas 400 ribu hektare di wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan DKI Jakarta.
Aliran air dari bendungan ini menjadi sumber kehidupan bagi para petani dan menunjang ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Selain fungsi utamanya, Bendungan Pintu Air Sepuluh juga berfungsi sebagai penampung cadangan air di Kota Tangerang.
Hal ini menjadi sangat penting untuk mengantisipasi musim kemarau dan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.