Sementara Lurah Senggarang Edi Susanto menjelaskan terdapat enam titik sebaran malaria di wilayahnya, dengan tingkat paparan yang berbeda-beda di tiap lokasi.
Di Tanjung Sebauk Darat, dari 122 kepala keluarga (KK), sebanyak 109 KK tercatat terinfeksi.
Sementara itu, Kampung Bebek mencatat 15 KK, Senggarang Darat 17 KK, Senggarang Besar 16 KK, dan Tanjung Sebauk Laut 88 KK.
“Sejumlah wilayah seperti Tanjung Sebauk Darat, Kampung Bebek, dan Senggarang Darat sudah mulai aman.`
Baca Juga: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel, Pemprov Kepri Raih Opini WTP Ke-16
Namun Senggarang Besar dan Tanjung Sebauk Laut masih belum landai,” ucapnya.
Ia menyampaikan pemerintah bersama Dinas Kesehatan, Damkar, relawan, serta RT dan RW telah melakukan intervensi lingkungan.
Termasuk penaburan obat di sejumlah titik genangan bekas tambang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam, menyebut hingga saat ini tercatat 518 kasus malaria di Tanjungpinang.
Penanganan dilakukan tidak hanya secara pasif, tetapi juga aktif melalui penemuan kasus di lapangan.
“Petugas kami melakukan survei demam, penemuan kasus.
Sekaligus edukasi kepada masyarakat agar segera berobat jika mengalami gejala demam, dan mengikuti pengobatan sampai tuntas,” jelas Rustam.***