“Pemko Batam dan BP Batam terus bersinergi dalam mendukung pembangunan.
Tidak ada lagi ego sektoral maupun tumpang tindih kewenangan.
Semua berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah,” kata Li Claudia.
Baca Juga: Melalui Coffee Morning, Kapolsek Batu Ampar Perkuat Kemitraan Bersama Insan Pers
Ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Batam saat ini mencapai 6,8 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Kondisi tersebut ditopang oleh tingginya realisasi investasi serta meningkatnya aktivitas sektor pariwisata.
Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam telah menembus lebih dari Rp4 triliun.
Baca Juga: Koperasi Malaysia Jajaki Kerja Sama Koperasi dan UMKM Tanjungpinang
Lebih dari separuh pendapatan daerah berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan salah satu kontribusi terbesar berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Meski demikian, Li Claudia menilai pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi tantangan yang harus diantisipasi pemerintah daerah.
Tingginya arus migrasi ke Batam berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan, kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja.
Baca Juga: Ucapkan Rasa Syukur, Walikota Sambut Kedatangan 142 Jemaah Haji Tanjungpinang
“Pertumbuhan penduduk Batam sangat tinggi. Banyak masyarakat datang untuk mencari pekerjaan.
Karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, pengelolaan sampah juga menjadi salah satu topik yang dibahas.