kepri

Penderita ODHIV di Tanjungpinang Capai 1.000 Orang, Wawako Tegaskan Penanganan Harus Jadi Prioritas Bersama

Senin, 11 Mei 2026 | 17:05 WIB
Wawako Raja Ariza foto bersama peserta Advokasi Strategis Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)

Minimal ada prioritas untuk penanganan penyakit ini,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR dapat membantu keberlanjutan layanan HIV/AIDS.

Meski belum sepenuhnya mencapai target, penanganan HIV/AIDS di Tanjungpinang mulai menunjukkan perkembangan positif.

Baca Juga: Peringatan Hardiknas 2026 di Batam Dimeriahkan 5.120 Pelajar dengan Tari Zapin Massal

“Ini tantangan bagi kita di tengah keterbatasan anggaran.

Tapi kalau dilakukan bersama-sama, persoalan ini bisa kita atasi agar penyakit ini tidak terus berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Komunitas Peduli AIDS Kepri (Kompak), Harmoni, menjelaskan kegiatan ini digelar untuk mencari solusi keberlanjutan program HIV/AIDS setelah sejumlah pendanaan donor mulai berakhir.

Sejak 2019, program pendampingan ODHIV di Tanjungpinang mendapat dukungan dari lembaga donor internasional.

Baca Juga: Arya dan Keizia Dinobatkan Duta Wisata Encik dan Puan di Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Batam 2026

Namun sebagian bantuan dijadwalkan selesai pada 2026.

Selain memberi dukungan psikososial, komunitas juga membantu memastikan pasien tetap menjalani terapi ARV secara rutin.

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah maupun nonpemerintah agar program pencegahan HIV/AIDS di Tanjungpinang tetap berjalan,” terangnya.

Dalam forum itu turut disampaikan komitmen donor global terhadap pendanaan kesehatan terus menurun.

Baca Juga: Dinilai Dukung Sektor Pariwisata, Walikota Amsakar Berharap Perayaan HUT Dewi Ma Zu Masuk Kalender Event Wisata Kota Batam

The Global Fund pada 2025 memangkas pendanaan sebesar 9,26 persen dari skema hibah yang berjalan.

Halaman:

Tags

Terkini