Penderita ODHIV di Tanjungpinang Capai 1.000 Orang, Wawako Tegaskan Penanganan Harus Jadi Prioritas Bersama

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 11 Mei 2026 | 17:05 WIB
Wawako Raja Ariza foto bersama peserta Advokasi Strategis Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)
Wawako Raja Ariza foto bersama peserta Advokasi Strategis Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Wakil Walikota (Wawako) Tanjungpinang Raja Ariza, meminta penanganan HIV/AIDS menjadi prioritas bersama agar layanan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) tetap berjalan berkelanjutan di tengah keterbatasan pendanaan program kesehatan.

Pasalnya kata dia, penderita ODHIV di Provinsi Kepulauan Riau mendekati 4.000 orang, diantaranya 1000 orang dari Tanjungpinang.

Hal ini kata Wawako membutuhkan layanan dan pengawasan rutin.

Baca Juga: Andalkan Wisata Budaya dan Sejarah, Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Triwulan I 2026 Naik 3,98 Persen

Pernyataan Wawako Raja Ariza ini saat kegiatan Advokasi Strategis Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program.

Acara digelar di Aston Tanjungpinang Hotel and Conference Center, Senin 11 Mei 2026.

Menurut Raja Ariza, selama ini banyak program sosial dan kesehatan, termasuk penanganan HIV/AIDS, mendapat dukungan dari NGO dan lembaga donor luar negeri.

Baca Juga: Disbudpar Siapkan Paket Wisata Terpadu, Berharap Wisman Tak Hanya Singgah Namun Belanja dan Nginap di Tanjungpinang

Namun kondisi global membuat kemampuan pendanaan mereka mulai terbatas.

“Ini warning bagi kita. Jangan sampai nanti NGO melepas bantuan, sementara pemerintah belum siap mengambil alih,” katanya.

Ia menyebut penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan kepada komunitas sosial.

Keterlibatan pemerintah daerah, sektor swasta, hingga lembaga masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan tetap berjalan.

Baca Juga: Tutup Turnamen Basket Antar Pelajar, Lis Optimis Tanjungpinang Jadi Gudang Atlet Basket di Kepri

“Kalau anggaran pemerintah terbatas, persoalan ini harus dipikul bersama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X