Sementara Kasatgaswil Kepulauan Riau Kombes Pol. Faisal Syahroni menjelaskan pola ancaman ekstremisme saat ini telah berubah.
Kelompok teror tidak lagi dominan dalam bentuk organisasi besar, melainkan berkembang menjadi sel kecil, jaringan longgar.
Baca Juga: Police Goes To School, Dirlantas Polda Kepri Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara
Hingga pelaku tunggal yang memanfaatkan ruang digital.
“Terorisme saat ini tidak lagi bergerak secara konvensional melalui organisasi besar.
Tetapi berkembang menjadi sel kecil, jaringan longgar, hingga lone wolf yang memanfaatkan ruang digital sebagai media penyebaran paham radikal,” jelasnya.
Perubahan pola tersebut membuat upaya pencegahan perlu diperkuat di tingkat lokal melalui peran pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia juga menambahkan paparan paham ekstremisme mulai menyasar anak dan remaja.
Dengan faktor pemicu seperti kondisi keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, serta penggunaan gawai dan gim daring.
Sepanjang 2024 hingga April 2026, Satgaswil Kepulauan Riau mencatat 2.077 kegiatan pencegahan dan 380 kegiatan penguatan.
Termasuk kontra-narasi di media sosial.***