Menurut Amsakar, Batam merupakan daerah multikultural yang menjadi miniatur Indonesia.
Karena itu, perbedaan suku, agama, maupun latar belakang organisasi tidak boleh menjadi penghalang dalam menjaga keharmonisan.
Baca Juga: Keterlibatan Masyarakat Diperlukan Dukung Program Pembangunan Kota Tanjungpinang
“Batam adalah rumah bersama. Jika kita menjaganya dengan baik, maka kota ini akan tetap kondusif dan nyaman bagi semua,” katanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Tgk Habibi An Nawawi turut mengapresiasi pesatnya pembangunan Kota Batam.
Ia menilai infrastruktur yang berkembang pesat menjadikan Batam layak sebagai kota industri yang maju.
Baca Juga: Peran Guru Tentukan Masa Depan Daerah Lahirkan Generasi Muda Unggul Secara Akademik dan Berakhlak
Pada kesempatan tersebut, Tgk Habibi juga memimpin doa untuk Wali Kota Batam agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiah di tengah dinamika kehidupan modern.***