Perempuan Miliki Peran Strategis, Diharapkan Jadi Mitra Pemerintah Dukung Pembangunan Kepri

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Sabtu, 18 April 2026 | 18:30 WIB
Nenny Dwiyana Nyanyang menerima pataka dari Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Wanita Islam, Marfuah Mustofa saat dinobatkan Ketum Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepri. (Foto:Diskominfo Kepri).
Nenny Dwiyana Nyanyang menerima pataka dari Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Wanita Islam, Marfuah Mustofa saat dinobatkan Ketum Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepri. (Foto:Diskominfo Kepri).

KLIKREAD.COM, Kepri - Ketua Umum Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Nenny Dwiyana Nyanyang menegaskan, perempuan/wanita memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun peradaban.

Oleh karena itu, organisasi perempuan diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan di Provinsi Kepri.

"Jadi dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang unggul, dan dari wanita yang berdaya akan tercipta masyarakat yang sejahtera.

Baca Juga: Amsakar Tegaskan Keberagaman Perlu Rawat dengan Baik Dijadikan Kekuatan Pembangunan Batam

Oleh karena itu, Wanita Islam diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dan organisasi perempuan lainnya dalam mendukung pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Saat itu Nenny Dwiyana Nyanyang diamanahkan sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031.

Nenny dikukuhkan bersama jajaran pengurus oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam, Marfuah Mustofa, digelar di Hotel Golden View, Batam, Jumat 17 April 2026.

Baca Juga: Pengurus K3L Tanjungpinang Bintan Lepas 18 CHJ Warga Perantau di Tanjungpinang Asal Kabupaten Lingga

Dalam sambutannya, Nenny mengucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik.

Ia menegaskan bahwa amanah yang diemban bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa organisasi menjadi lebih maju, berdaya.

Dan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Melayu dalam setiap langkah pengabdian.

Menurutnya, prinsip adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah harus menjadi landasan dalam memperkuat peran organisasi.

“Mari kita jaga kebersamaan, perkuat sinergi, dan hadir sebagai wanita yang tidak hanya tangguh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X