KLIKREAD.COM, Batam – Sabtu,18 April 2026 pagi di Kelurahan Sei Binti, Sagulung, matahari belum terlalu tinggi, namun suasana di lantai dua gedung SMPN 36 Batam sudah terasa "panas".
Namun bukan karena terik matahari, melainkan karena antusiasme 40 pasang mata remaja yang tengah bertaruh dengan masa depan digital mereka.
Hari itu bukan sekadar workshop Literasi dan pelatihan jurnalistik biasa.
Di balik deretan kursi yang diisi oleh siswa-siswi pilihan kelas VII dan VIII terselip sebuah momen haru.
Bagi Afridal, S.Pd., M.M., Kepala Sekolah SMPN 36 Batam yang telah dua tahun mendedikasikan dirinya di sana, kegiatan ini adalah "warisan" terakhir pada 30 April 2026 nanti.
Pasalnya, ia akan melangkah keluar dari gerbang sekolah untuk memasuki masa purna tugas.
"Ini kado spesial untuk kalian dari bapak ya," ucap Afridal dengan suara yang sedikit bergetar namun tetap tegas.
Baginya, melihat anak didiknya mampu membedakan mana kebenaran dan mana hoaks adalah hadiah pensiun yang jauh lebih berharga daripada sekadar plakat penghargaan.
Siswa Diajak Perang Melawan Penyakit Digital Brainrot
Dunia remaja saat ini sedang dikepung oleh fenomena Brainrot, sebuah istilah yang menggambarkan bagaimana otak seakan "membusuk" akibat paparan konten dangkal yang dikonsumsi secara terus-menerus lewat gawai.
Baca Juga: Perempuan Miliki Peran Strategis, Diharapkan Jadi Mitra Pemerintah Dukung Pembangunan Kepri
Arment Aditya dari PWI Batam, yang hadir sebagai narasumber, tidak memberikan teori yang membosankan.