KLIKREAD.COM, Tanjungpinang — Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan, dalam upaya membangkitkan ekonomi di Kota Tanjungpinang dibutuhkan kebiijakan ekonomi daerah kepulauan.
Penegasan Walikota Lis tersebut saat mengahdiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Bangkitkan Perekonomian Tanjungpinang”.
Kegiatan FGD ini diselenggarakan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Kepri bersama PWI Tanjungpinang.
Acara digelar di Hotel Pelangi, Sabtu 20 Desember 2025.
Dalam pemaparannya, Lis menyampaikan kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungpinang pada tahun 2024 berada di angka 3,7 persen.
Dan memasuki tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren perlambatan, yakni 2,9 persen pada triwulan I, 2,7 persen pada triwulan II, serta kembali menurun menjadi 2,55 persen pada triwulan III.
Kondisi tersebut, menurut Lis, perlu menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Lis juga menyoroti tingkat pengangguran Kota Tanjungpinang tahun 2025 yang tercatat sebesar 5,5 persen.
Ia menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak terlepas dari struktur ekonomi daerah yang bukan merupakan kawasan industri maupun penghasil sumber daya alam.
“Tanjungpinang adalah kota jasa dan perdagangan.
Secara kebijakan nasional, pemerintah pusat juga telah mengarahkan Tanjungpinang sebagai kota pariwisata.
Baca Juga: Warga Tanjung Banun Terima Bantuan Perbekalan dan Santunan Rumah Penuh dari Pemerintah