Sementara pada kegiatan reses tersebut DPD RI juga selain mempertanyakan hutan, juga terkait lahan dan banjir kerap terjadi di Batam.
Pada kesempatan itu Iyus Rusmana mengaskan, bahwa sejak BP Batam berdiri telah melakukan pengamanan terhadap hutan, lahan serta pengendalian banjir.
Baca Juga: Eddy Supriatna Kembali Pimpin JMSI Kepri Periode 2025-2030
"Progres-progres BP Batam terhadap tiga masalah tersebut telah dilaksanakan dan bisa kita lihat sendiri.
Maka dari itu terkait lingkungan dalam hal ini bisa lebih kolaborasi lagi antara BP Batam dengan DPD RI ini.
Sehingga aspirasi-aspirasi kami sebagai pemerintah memiliki visi misi bisa simultan dan singkron terhadap program tersebut untuk kemajuan Kota Batam ini," ujar Iyus.
Baca Juga: Polsek Belakang Padang Dukung Swasembada Pangan, Jemur Jagung Pipil Hasil Panen
Terkait persentasi dalam penyelesaian masalah tersebut, Iyus juga menegaskan, hal tersebut tidak bisa digambarkan karena menyangkut masalah demi masalah terus bertambah.
Namun demikian, terkait penyelesaian lahan untuk progresnya cukup drastis.
Dimana kata dia, BP Batam telah menerapkan sistem Line Managemet System dilakukan secara online semuanya.
Baca Juga: BP Batam Kembali Torehkan Prestasi Tingkat Nasional
Tentunya kata da, dengan aturan-aturan pengetatan terhadap pemilik PL cukup tegas.
Bahkan BP Batam telah melayangkan peringatan terhadap pemilih lahan, jika dalam waktu tertentu lahan tersebut tidak digunakan akan diambil alih direlokasi pada pihak tertentu.
Kendati demikian, Iyus mengakui dalam penyelesaian masalah baik hutan, lahan dan banjir di Batam, diakui masih keterbatasan SDM perlu kerjasama semua pihak.