KLIKREAD.COM, Kepri -Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto, mengatakan kinerja ekonomi Kepri yang tumbuh 7,48 persen (yoy), menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.
Ia juga menyebut transaksi QRIS melonjak 194 persen, dengan nilai mencapai Rp9,04 triliun sepanjang Januari–Oktober 2025.
Hal ini dikemukakan Rony saat menghadiri rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kepri Capai 7,48 Persen, Namun Angka Kemiskinan Belum Menurun Optimal
Acara digelar di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin 24 November 2025 lalu.
Pada kesempatan itu Rony menegaskan, bahwa digitalisasi mempermudah UMKM dalam bertransaksi sekaligus meningkatkan akses pembiayaan melalui jejak transaksi digital.
Sementara Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, pada kesempata itu mengaku optimistis inflasi Nataru dapat dijaga di bawah 3,5 persen.
Menurutnya, sejumlah program pengendalian harga berjalan efektif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memicu lonjakan harga.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Alami Penurunan, Pemko Tanjungpinang Lakukan Intervensi Tepat dan Data Terpadu
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan alat pertanian dan sarana digital farming kepada kelompok tani, koperasi, dan pesantren.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi pangan lokal guna menekan potensi inflasi.