Ny
KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, menyebutkan pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan III 2025 mencapai 7,48 persen.
Hal ini merupakan yang tertinggi di Sumatera.
Namun kata Nyanyang, penurunan angka kemiskinan sejauh ini belum optimal masih berada di angka 4,44 persen.
Hal ini dikarenakan, persoalan data dan disparitas antarpulau.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Alami Penurunan, Pemko Tanjungpinang Lakukan Intervensi Tepat dan Data Terpadu
Pernyataan Nyanyang saat memimpin Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) se-Provinsi Kepulauan Riau.
Acara digelar di Gedung Daerah, Selasa 25 November 2025.
"Hal inilah yang secepatnya harus kita perbaiki bersama,” ujar Nyanyang yang juga merupakan Ketua TKPK Provinsi Kepri.
Dikatakan Nyanyang, bahwa pertemuan ini menjadi momentum menyatukan langkah percepatan penurunan kemiskinan di seluruh wilayah Kepri.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kepri mencapai 2,27 juta jiwa, dengan penduduk miskin sebesar 117,28 ribu orang atau 4,44 persen.
Sedangkan IPM Kepri berada di angka 80,53, Gini Ratio 0,382, dan inflasi 3,01 persen.
Nyanyang menyampaikan, bahwa tren pembangunan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat terus membaik.
Baca Juga: Warga Batam Kebingungan Isi Barcode, Petugas Disdukcapil Cuma Bilang “Scan” Tanpa Bantu