Kegiatan ini dinilainya sangat penting dan bermanfaat yang diberikan kepada pelajar agar paham betul akan bahaya kriminialitas TTPO ini.
Apalagi mengingat Batam merupakan kota industri yang sangat rentan terjadinya kasus TTPO tersebut.
“Kasus kekerasan ini tidak hanya terjadi di TTPO saja, namun juga terjadi di sekolah, salah satunya adalah kerap terjadi kasus bullying,” ujarnya.
Maka dari itu Novi berharap, dari kegiatan ini bisa disosialisasikan oleh para pelajar terhadap rekannya maupun lewat media sosial.
Baca Juga: Kepala BP Batam Bertemu Kajati Kepri, Perkuat Sinergi Bangun Batam
“Intinya para pelajar jadi garda terdepan diajak jadi mitra dalam pemberantasan dan pencegahan TPPO ini dikalang pelajar.
Saya lihat JMSI Kepri juga mengadakan lomba menulis dengan tema 'Benteng Pelajar dari Kriminalitas, Tolak Jadi Korban TPPO.
Nah lomba ini bisa oleh Gen Z menjadi bahan untuk mensosialisasikan akan bahaya TTPO lewat medsosnya.
Apalagi bagi penulis terbaik akan dibukukan oleh JMSI Kepri, ini luar biasa" kata Novi.
Baca Juga: Tindak Lanjut Arahan Dirjen PAS Menuju Zero HP dan Narkoba, Lapas Batam Gelar Razia Kamar Hunian
Sementara Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Andyka Aer menyampaikan Seremoni Polda Kepri Brigjen Pol. Asep Safrudin, SIK, MH, bahwa sosialisasi ini dalam upaya meningkatkan kesadaran pelajar akan bahaya TTPO.
Selain itu juga, upaya membentengi para pelajar yang dinilai rentan terhadap eksploitasi terhadap pengaruh digitalisasi TTPO.
Jadi melalui sosialisasi ini berharap pelajar bisa terhindar dari TTPO.
Tentunya ini perlu kolaborasi bersama dan kegiatan ini bisa berkelanjutan dalam meningkatkan generasi cerdas dan berkarakter,” ucapnya.
Baca Juga: Wamen Buka Kegiatan ADUJAK GenRe 2025 Tingkat Nasional, Kepri Jadi Tuan Rumah