Oleh karena itu, ia meminta agar tim teknis lanskap dirancang dengan sistem resapan dan saluran yang memadai.
“Tidak boleh ada menampung air.
Kawasan masjid harus nyaman, bersih, dan indah.
Kita ingin setiap orang yang datang merasa betah berlama-lama di sini, baik untuk beribadah maupun menikmati suasana,” tegasnya.
Sementara revitalisasi ini mencakup penataan taman, jalur pejalan kaki, serta aksesibilitas yang lebih ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Amsakar berharap, wajah baru Masjid Agung nantinya akan semakin memperkuat citra Batam sebagai kota yang religius dan modern.
Selain itu juga kata Amsakar, agar pembangunan tetap memperhatikan kearifan lokal serta identitas keislaman.
Baca Juga: Dinkes Kepri akan Tambah 5000 TCM dan Perkuat Kapasitas Kader Guna Percepatan Penuntasan TBC
Seraya menyebutkan, bahwa Masjid Agung bukan hanya tempat ibadah semata.
Melainkan pusat aktivitas umat yang harus bisa menjadi teladan dalam hal kebersihan, kerapian, dan keindahan.***