“Pulau Penyengat dikenal sebagai pusat peradaban Melayu yang sarat nilai budaya dan spiritual. Karena itu, ritual Mandi Safar menjadi wujud syukur sekaligus upaya menjaga agar tradisi tetap lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Juramadi menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen mendukung pelestarian adat dan tradisi yang sarat nilai lokal, seperti Mandi Safar, yang diyakini menjadi bagian dari identitas bangsa.
Baca Juga: Kapolresta Barelang Dampingi Tim Wasev TMMD Ke-125 Tinjau Pembangunan di Sambau
“Saya mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus menjaga Pulau Penyengat yang kaya sejarah dan budaya religius,” pungkasnya.
Turut hadir Sekretaris Camat Tanjungpinang Kota, Raja Muhammad Ruslan; Lurah Penyengat, Candra Agung Lukita; Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Raja Al Hafis; serta tokoh masyarakat dan warga setempat. ***