Yakni kata dia, mulai dari kondisi jalan lingkungan, sanitasi, hingga akses fasilitas umum.
“Sebaik-baiknya jabatan adalah yang memberi manfaat bagi orang lain.
Maka mari kita jadikan masjid sebagai ruang untuk solusi sosial,” ucapnya.
Program Subuh Keliling ini, kata Lis, menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa kebijakan publik tidak hanya berjalan di ruang kantor.
Baca Juga: Amsakar: Batam Harus Optimis Menatap Masa Depan dengan Menguatkan Daya Saing Investasi
Tetapi hadir langsung di tengah masyarakat. “Salah satunya bisa dimulai dari masjid,” pungkasnya.
Kegiatan ini disambut hangat oleh pengurus dan jemaah Masjid An Nuruddin.
Ketua DKM, Muhammad Nuzur, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Walikota ke masjid mereka.
“Kami sangat bangga. Kehadiran bapak menjadi motivasi agar masjid tetap hidup.
Baca Juga: Polres Bintan Berbagi, Jumat Berkah Disejalankan Sosialisasi Operasi Patuh Seligi 2025
Tak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat kegiatan sosial,” ucapnya.
Program Suling juga diisi dengan kultum subuh oleh Ustadz Hariun Sagita, yang membahas keutamaan Sayyidul Istighfar.
Merupakan sebagai amalan utama dalam meraih husnul khatimah.
Baca Juga: Rencana Aksi Reformasi Birokrasi, Sekjen Hadi: Tingkatkan Capaian Indeks 2025
Di akhir kegiatan, Walikota Lis menyerahkan bantuan sembako kepada sejumlah lansia dan warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial dalam setiap agenda Suling.