Sementara Komisaris Utama PT Arsari Tambang, Hashim S. Djojohadikusumo, menyampaikan rasa bangga atas terwujudnya pabrik tersebut.
Meski saat ini baru memiliki satu jalur produksi (line), bertujuan menargetkan pengembangan hingga delapan baris ke depan.
"Dalam karir saya, saya pernah memimpin proyek yang jauh lebih besar.
Namun, proyek yang kami resmikan hari ini justru sangat mengecewakan karena menjadi bukti bahwa kami mampu kompetitif dalam hilirisasi.
Dengan mengendalikan biaya konstruksi dan produksi, saya yakin kami bisa bersaing," ungkap Hashim.
Baca Juga: Dinkes Kota Tanjungpinang Sediakan 3.041 Kuota bagi Warga Tidak Mampu Daftar BPJS Kesehatan
Ia juga berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat terus berlanjut sehingga investasi PT STANIA dapat berkembang seiring berkembangnya pasar.
Kehadiran PT STANIA juga menjadi langkah konkret dalam mendukung program hilirisasi mineral timah di dalam negeri.***