Dikatakan Amsakar, tak hanya infrastruktur dan sosial, Pemerintah Kota Batam juga memperkuat perlindungan masyarakat melalui program Jamkesd) berbasis DTKS.
Hal ini diperuntukkan bagi seluruh warga Batam pemilik KTP Batam.
Pemerintah Kota Batam juga memberikan insentif kepada para penggerak masyarakat seperti ketua RT, RW, LPM, kader posyandu, imam masjid, guru ngaji, mubaligh,
Dan juga pendeta, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pemko Batam Perkuat Keterampilan Anjab dan ABK dalam Pengunaan Aplikasi SIMONA Melalui Bimtek
Di sisi lain, sejumlah program sedang dalam tahap penyelesaian administrasi, di antaranya adalah perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk 13.500 driver ojek online dan penambang pancung.
Serta penyediaan pinjaman modal usaha tanpa agunan dan bunga nol persen hingga Rp20 juta untuk pelaku usaha mikro dan kecil.
Sementara Li Claudia Chandra turut menambahkan, pada tahun ajaran baru mendatang, Pemerintah Kota Batam juga berencana menyalurkan seragam gratis bagi seluruh siswa SD dan SMP se-Kota Batam.
Serta memberikan bantuan biaya sekolah untuk siswa kurang mampu yang bersekolah di lembaga swasta dengan mengacu pada data DTKS.
Adapun besaran bantuannya yakni Rp300.000 per bulan untuk 3.827 siswa SD dan Rp400.000 per bulan untuk 2.500 siswa SMP.
Tak ketinggalan, program beasiswa pendidikan tinggi juga disiapkan khusus bagi masyarakat kurang mampu serta warga dari wilayah hinterland.
“Seluruh program ini kami kawal secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga realisasi.
Ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak dan tepat sasaran,” ucap Li Claudia.