jabar

Dedi Mulyadi Tepis Kritikan Program Pendidikan Karakter Ala Militer Khusus Siswa Bermasalah

Sabtu, 3 Mei 2025 | 15:22 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi./tangkapan layar youtube

KLIKREAD.COM, Jabar - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menanggapi sejumlah kritik yang ditujukan pada program pendidikan karakter ala militer pada siswa bermasalah/nakal.

Ia beralasan, pendidikan yang digunakan menggunakan kurikulum yang sama dengan sekolahnya masing-masing.

Siswa tersebut juga masih tercatat sebagai pelajar di sekolahnya masing-masing.

Hanya saja teknis pembelajaran dilakukan di kelas khusus di barak militer.

Baca Juga: Beginilah Penerapan Pendidikan Karakter ala Militer Diterapkan pada Siswa Bermasalah Selama Berada di Barak Militer

“Dari aspek perlindungan anak kan gak ada problem. Gini deh, paskibra dilatihnya sama siapa?.

TNI, kemudian ada sekolah SMA yang di dalamnya pendidikannya dikelola oleh tentara, Sekolah Taruna Nusantara, kan sistem pendidikannya model militer, semi milter, jadi bukan hal baru,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengatakan, pelajar yang mengikuti pendidikan ala militer tersebut akan menginap sampai maksimal setahun.

Selama mengikuti pendidikan di kelas khusus tersebut siswa menginap di barak militer.

Baca Juga: Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Desa Manyeti Alokasikan Dana Desa 20 Persen

Namun, tidak menutup kemungkinan siswa cukup hanya tiga hari mengikuti pendidikan ala militer tersebut.
“Tergantung perkembangan pertumbuhannya, nanti kan disesuaikan.

Bisa jadi yang sudah sebulan sudah bugar, sudah baik.

Ada yang tiga hari baik. Tergantung nanti anaknya sudah bagaimana,” ucap Dedi Mulyadi lagi.***

Tags

Terkini