Baca Juga: Atasi Daya Tampung di Sekolah Negeri , Dedi Mulyadi akan Subsidi Siswa di Sekolah Swasta
Artinya bahwa yang diserahkan itu adalah siswa yang oleh orang tuanya di rumahnya sudah tidak mau lagi, tidak mampu lagi untuk mendidik.
Jadi kalau orang tuanya tidak menyerahkan, kami tidak akan menerima,” kata dia.
Dedi mengatakan, dirinya sudah mengirim surat edaran pada seluruh sekolah di Jawa Barat untuk memberitahukan pelaksanaan pendidikan ala militer yang khusus ditujukan pada pelajar yang kenakalannya sudah mengarah pada tindak kriminal.
“Dua hari yang lalu sudah ada surat edaran, ditujukan ke sekolah-sekolah,” kata dia.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Diancam Dibunuh Lewat Media Sosial, Polda Jabar Siap Lakukan Penyelidikan
Untuk syarat yang mutlak peringirim siswa ini, kata Dedi, harus ada penyerahan oleh orang tua yang dituangkan dalam surat di atas materai.
“Kalau bicara payung hukum, kan yang menyerahkan orang tuanya dalam bentuk surat keterangan bermaterai.
Artinya bahwa pemerintah daerah kemudian jajaran TNI-Polri itu mengelola anak-anak, mendidik anak-anak yang dititipkan oleh orang tuanya itu juga sudah payung hukum,” kata dia.
Baca Juga: Gubernur Jabar Targetkan 90 Persen Jalan Provinsi Rampung Diperbaiki
Pria yang kini akrab disapa KDM itu mengatakan, di Purwakarta siswa yang disertakan dalam pendidikan ala militer tersebut ditempatkan di barak milik satuan Resimen 1 Sthira Yudha/Kostrad.
Sementara di Bandung ditempatkan di Rindam III/Siliwangi.***