KLIKREAD.COM, Subang - Dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan program Asta Cita Presiden RI, Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat mengalokasikan Dana Desa sebesar 20 persen.
Dana Desa tersebut guna membantu para petani dalam budidaya jagung hibrida (tebon jabung).
Pengalokasian dana desa tersebut, dimasukan dalam penyertaan modal kepada BUMDes Mekar Mukti disampaikan dalam Musyawarah Desa.
Baca Juga: Upaya Bentuk Karakter Siswa, Gubernur Jabar akan Gandeng TNI/Polri
Budidaya jagung hibrida ini juga dalam upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Manyeti, guna menggenjot produksi jagung hibrida dalam pemenuhan kebutuhan pakan ternak PT Global Dairi Alami.
Kepala Desa Manyeti, H. Lili Sugiri menegaskan agar para petani untuk mendukung program ketahanan pangan.
Salah satunya guna meningkatkan produksi jagung hibrida yang ditargetkan produksi 10 ton per hari.
Baca Juga: Atasi Daya Tampung di Sekolah Negeri , Dedi Mulyadi akan Subsidi Siswa di Sekolah Swasta
Dikatakan H. Lili Sugiri budidaya jagung hibrida lebih mudah dan modalnya tidak terlalu mahal.
Serta didukung oleh harga yang sudah jelas.
Diharapkan dengan penanaman jagung hibrida ini, para petani lebih untung dibanding komoditas lain.
Untuk penanaman jagung ini membutuhkan areal sekitar 26 hektar dan melibatkan lebih dari 100 petani.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Terkait Teror Ancaman Pembunuhan Dirinya
Apalagi kata Lili, PT Global Dairi Alami yang merupakan perusahaan peternakan sapi perah terpadu.
Tentunya membutuhkan suplai 70 ton per hari tebon jagung untuk pakan ternak mereka yang berjumlah sekitar 6000 ekor.