Wagub Nyyanyang Tegaskan Optimalisasi Program MBG Penting Perkuat Koordinadisi Lintas Sektor

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:27 WIB
Wagub Keri, Nyanyang Haris Pratamura, saat Wagub mengecek peralatan yang digunakan untuk memasak di salah satu Dapur MBG di wilayah Batam beberapa waktu lalu. (dok. Foto Diskominfo Kepri)
Wagub Keri, Nyanyang Haris Pratamura, saat Wagub mengecek peralatan yang digunakan untuk memasak di salah satu Dapur MBG di wilayah Batam beberapa waktu lalu. (dok. Foto Diskominfo Kepri)

Di sisi lain, Satgas MBG Kepri mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal, khususnya produk perikanan.

Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan bahan pangan untuk program MBG.

Satgas Kepri juga telah mengusulkan pembentukan kantor BGN atau Kantor Pelayanan Gizi di Provinsi Kepri.

Baca Juga: Gubernur Kepri Dampingi JAM-Intel Kejagung RI Jajaki Wisata Sejarah Pulau Penyengat

Usulan tersebut dibarengi koordinasi dengan BGN terkait pelaksanaan program MBG di daerah.

Dalam aspek pengawasan, Satgas Kepri telah memberikan rekomendasi penghentian sementara operasional SPPG Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, menyusul terjadinya kejadian keracunan.

Penghentian operasional dilakukan hingga proses perbaikan dinyatakan selesai dan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.

Baca Juga: ​Usai Tangkap Basri di Malaysia, Bareskrim Buru Yuwanky dan Sita Aset di Batam

Pemprov Kepri juga telah menyampaikan surat kepada BGN terkait status serta penyelesaian SPPG di daerah-daerah terpencil di wilayah Kepri.

Nyanyang menekankan, tata kelola yayasan dan SPPG harus berpegang pada prinsip amanah dan akuntabel, transparan dan terbuka, tepat sasaran dan berkualitas, serta kolaboratif dan berkelanjutan.

Yayasan sebagai pengelola, lanjutnya, memiliki tanggung jawab mulai dari pendataan penerima manfaat, penandatanganan kerja sama, pengajuan kebutuhan operasional.

Baca Juga: Diduga Dipicu Cekcok Keluarga, Wanita 19 Tahun Selamat Usai Terjun dari Jembatan 1 Barelang

Dan juga pengelolaan dana melalui virtual account, pengadaan bahan pangan, distribusi makanan, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban, hingga pemberdayaan usaha lokal dan UMKM.

“Karena itu, seluruh pihak harus menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. Program MBG bukan hanya soal penyediaan makanan.

Tetapi juga menyangkut keamanan pangan, ketepatan sasaran, pemberdayaan ekonomi lokal dan keberlanjutan program,” tegas Nyanyang lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X