Baca Juga: Jangkau Pesisir Galang, Kemenag Batam Tanamkan Nilai Toleransi dan Anti-Bullying di SMPN 22
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementan RI, Iim Mucharam, menekankan pentingnya mengubah sudut pandang terhadap industri sawit.
Menurutnya, pembangunan sektor ini tak boleh lagi hanya dipandang dari kalkulasi bisnis dan angka produksi belaka, melainkan harus menyentuh kualitas sumber daya manusia (SDM) dan efisiensi rantai pasok.
Iim menambahkan, kunci lompatan nilai tambah komoditas ini berada pada percepatan hilirisasi.
Namun, hilirisasi yang kokoh hanya bisa berdiri jika pasokan bahan baku dari sektor hulu terjamin dan produktif.
Baca Juga: Impian Pendidikan Tanpa Batas: Cerita Anak Hinterland Batam Menuju Kampus Impian
"Hilirisasi sawit bukan hanya soal menjual bahan mentah, tetapi mengolah CPO menjadi produk bernilai tinggi.
Hilirisasi tidak akan berjalan tanpa ketersediaan bahan baku yang cukup, sehingga produktivitas perkebunan rakyat harus terus ditingkatkan," papar Iim.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah terus menggulirkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta bantuan sarana dan prasarana penunjang perkebunan.
Apresiasi atas keberpihakan terhadap kesejahteraan petani dan UMKM sawit dalam ajang SIExpo 2026 ini juga dianugerahkan kepada Bupati Siak, Bupati Dharmasraya, Kelompok Tani Ahmad Mulya Mugi Raharjo.
Serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) atas dukungannya terhadap UMKM sawit di Riau.***
Artikel Terkait
Lebih dari Sekadar Olahraga, BP Batam Racik Masa Depan Talenta Muda Lewat Festival Sepak Bola Usia Dini
Impian Pendidikan Tanpa Batas: Cerita Anak Hinterland Batam Menuju Kampus Impian
Jangkau Pesisir Galang, Kemenag Batam Tanamkan Nilai Toleransi dan Anti-Bullying di SMPN 22
Tak Lagi Bergantian Ruangan, Pegawai KUA Bulang Sambut Gedung Baru dengan Penuh Sukacita
Tak Lagi Terisolasi Lautan, Warga Perbatasan Kepri Bersiap Menyambut Era 'Merdeka Sinyal'