Menghadapi hal tersebut, Pemko Batam terus melakukan pendataan dan sosialisasi administrasi kependudukan.
Tidak sedikit pendatang yang baru mengurus perpindahan domisili meski sudah lama tinggal, demi keperluan administrasi pekerjaan maupun layanan publik lainnya.
Agar data semakin akurat dan tertib, diterapkan beberapa ketentuan seperti surat penjamin dan kesesuaian alamat.
Kabar baiknya, kemudahan akses kini juga didukung oleh teknologi, seperti melalui aplikasi Lakse Batam dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang bisa diakses secara online.
"Penataan data ini sangat penting agar setiap kebijakan dan program pemerintah bisa berjalan tepat sasaran.
Dengan data yang baik, kita bisa memastikan Batam tetap menjadi kota industri yang nyaman dan penuh harapan bagi semua orang," tambah Rudi.***
Artikel Terkait
Migrasi Tinggi Jadi Tantangan, Amsakar Paparkan Strategi Tekan Pengangguran di Batam
Walikota Amsakar Tegaskan HMI Harus Dijadikan Wadah Kawah Candradimuka Pembentukan Karakter dan Calon Pemimpin Generasi Muda Masa Depan
Batam Menuju Digitalisasi Tata Kelola Pemerintah Modern, Walikota Sebut Pemanfaatan Teknologi Tingkatkan Efisiensi dan Pecepatan Pelayanan Publik
Bank Sumut Pilih Batam, Walikota Amsakar Nilai Kinerja Ekonomi Batam Terus Menunjukkan Tren Positif
Dinilai Miliki Potensi Besar, Walikota Amsakar Gandeng BRIN Kembangkan Kebun Raya Batam