Pemko Batam Data 60 Pasar di Batam akan Dikelola Kerjasama ASPARINDO Batam

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 22 April 2026 | 13:35 WIB
Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra saat menerima audiensi ASPARINDO Kota Batam di Kantor BP Batam.(Foto:Diskominfo Batam)
Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra saat menerima audiensi ASPARINDO Kota Batam di Kantor BP Batam.(Foto:Diskominfo Batam)

KLIKREAD.COM, BatamPemerintah Kota (Pemko) Batam berencana akan mendata pasar di Batam terkelola dengan baik dalam mewujudkan pasar bersih bebas dari sampah dan tertata rapih.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, saat menerima audiensi Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO) Kota Batam di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa 21 April 2026.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal menyamakan persepsi antara pemerintah dan pengelola pasar, khususnya pasar swasta, dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.

Baca Juga: Lepas JCH, Walikota Batam Berpesan Jaga Kesehatan dan Perbanyak Beribadah Selama di Tanah Suci

Dalam pertemuan itu, Perwakilan ASPARINDO menyampaikan bahwa pihaknya selama ini turut mendukung kebijakan pemerintah.

Termasuk menampung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) hingga 30 persen dari pedagang kaki lima.

Namun, aktivitas tersebut juga berdampak pada peningkatan produksi sampah yang memerlukan penanganan lebih sistematis.

Keterbatasan fasilitas, seperti kontainer sampah dan sistem pengangkutan, menjadi tantangan utama, terutama di pasar swasta.

Baca Juga: Gubernur Ansar Sebut Revitalisasi Pulau Penyengat Telan Anggaran Hingga Rp96 Miliar

Kondisi ini mendorong perlunya penataan yang tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga keteraturan aktivitas pasar.

Menanggapi hal tersebut, Li Claudia menegaskan bahwa penataan pasar merupakan kunci utama.

Ia menekankan pentingnya penempatan pedagang sesuai dengan zona yang telah ditetapkan agar lingkungan pasar lebih tertib dan pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

“Jika pasar tertata, pengelolaan sampah akan lebih mudah. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Baca Juga: Basis Sejarah dan Budaya Religi, Pulau Penyengat Jadi Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X